Home Untuk Siswa & Mahasiswa Trampil Belajar CARA PRAKTIS MENULIS MAKALAH

Main Menu

Key Concepts

Anda adalah pengunjung ke

Content View Hits : 879162
CARA PRAKTIS MENULIS MAKALAH PDF Print E-mail
Written by Arief Furchan   
Monday, 26 October 2009 20:45


Banyak mahasiswa yang merasa kesulitan ketika mendapat tugas dari dosen untuk menulis makalah.  Mereka tidak tahu bagaimana cara memulainya dan bagaimana urut-urutan langkahnya.  Akibatnya, mereka lalu menulis sebisanya dan, tentu saja, hasilnya tidak memuaskan, baik bagi penulisnya sendiri, apalagi bagi dosen yang memeriksanya.

Makalah akademik yang ditugaskan dosen kepada mahasiswa pada dasarnya adalah suatu bukti bahwa mahasiswa yang bersangkutan telah mempu membaca secara cerdas dari beberapa sumber tentang suatu masalah tertentu.  Si mahasiswa mempunyai kesimpulan (pendapat) sendiri tentang masalah itu setelah membaca secara cerdas beberapa sumber informasi yang dapat dipercaya tentang masalah itu.  Kesimpulan (pendapat) itu ia sajikan secara logis dan meyakinkan disertai dengan alasan dan bukti-bukti mengapa ia berpendapat seperti itu.

Menulis makalah seperti itu sebenarnya tidaklah sesukar yang dibayangkan banyak mahasiswa karena tugas ini telah dikerjakan oleh mahasiswa di seluruh dunia dan sudah ada prosedur sistematis untuk menulisnya. Artikel ini akan membahas enam langkah praktis untuk menulis makalah, yaitu:
 
1. Memilih topik atau masalah yang akan Anda tulis
 2. Menemukan sumber bahan tulisan
 3. Membaca dan mengumpulkan catatan untuk bahan tulisan itu
 4. Membuat outline makalah
 5. Menulis draft pertama
 6. Mengedit makalah


Banyak mahasiswa menemui kesulitan dalam menulis makalah dan akhirnya tidak puas dengan hasilnya karena mereka tidak mau mengikuti langkah-langkah tersebut.  Banyak di antara mereka yang ingin melompat langsung dari langkah nomor 1 ke nomor 5.  Mereka menulis makalah itu sambil mengumpulkan bahan.  Mereka juga tidak menyediakan waktu yang cukup untuk nomor 6, dengan alasan waktunya sudah tak ada lagi (padahal dosen biasanya memberi waktu lebih dari satu bulan untuk menyelesaikan tugas itu!)  Kalau Anda menyerahkan tulisan tanpa mengeditnya terlebih dahulu, itu sama saja Anda menyerahkan draft kasar Anda (yang mungkin masih banyak kesalahannya) kepada dosen untuk dinilai.

Sekarang marilah kita bicarkan setiap langkah itu satu-persatu.
 
MEMILIH MASALAH YANG AKAN DITULIS
 
Langkah pertama menuju menulis makalah yang baik adalah memilih topik yang akan ditulis.  Tentu saja, bukan?  Kalau Anda tidak mempunyai topik, lalu mau menulis tentang apa?  Untuk makalah kelas, biasanya topik ini sudah ditentukan oleh dosen pemegang mata kuliah tersebut sesuai dengan materi yang dibahas dalam matakuliah tersebut, misalnya tentang kurikulum, hukum Islam, teknologi terapan, dan sebagainya.  Nah, kalau topik Anda sudah ditentukan, misalnya tentang pendidikan Islam, maka jangan menulis makalah tentang tasawuf.  (Terus terang saja, walaupun agak aneh, pernah ada mahasiswa saya yang berbuat seperti itu.  Rupanya dia merasa kesulitan menulis makalah dan menyerahkan makalah asal saja.  Tentu saja ia tidak lulus dalam matakuliah itu.  Saya tidak punya waktu untuk memeriksa apakah itu karya dia sendiri atau bukan.)

Dalam kasus skripsi (tesis, disertasi), topik itu tidak ditentukan oleh dosen dan Anda harus mencari sendiri topik untuk skripsi Anda.  Berikut ini adalah beberapa tips untuk menemukan atau mempertajam topil atau masalah yang akan Anda tulis.

Kebanyakan makalah yang baik itu ditulis di seputar pertanyaan.  Karena itu, ada baiknya kalau Anda juga meulis makalah Anda di seputar pertanyaan-pertanyaan yang Anda buat sendiri.  Dari mana Anda dapat menemukan topik untuk ditulis?  Anda dapat menemukan sesuatu yang dapat ditulis dalam setiap buku teks.  Ambil saja beberapa teks yang menarik perhatian Anda dan periksalah secara seksama.  Ajukan beberapa pertanyaan berikut pada diri anda tentang hal itu untuk melihat apakah Anda dapat menemukan suatu pertanyaan yang dapat dijawab dalam makalah Anda.  Misalnya, apakah informasi yang Anda peroleh dari buku teks itu menceritakan/memberti tahu Anda tentang segala yang mungkin ingin Anda ketahui tentang masalah tersebut?  Apakah Anda yakin itu akurat?  Apakah pengarangnya, membuat asumsi-asumsi yang perlu diperiksa?  Dapatkah dua bagian yang menarik dalam teks itu ditunjukkan dengan cara yang bermanfaat?  Makalah Anda adalah suatu usaha untuk menulis jawaban yang teratur rapi atas pertanyaan apapun yang Anda putuskan, dengan menggunakan fakta untuk membuktikan (atau sedikitnya mendukung) pendapat Anda itu.
 
Kesalahan paling umum yang dibuat para mahasiswa dalam memilih topik makalah adalah memilih topik yang terlalu umum. Kalau topik Anda terlalu umum (luas), maka biasanya Anda hanya akan bisa berbicara tentang hal-hal yang bersifat umum atau permukaan saja dan itu biasanya sudah banyak diketahui orang.  Sebelum Anda bisa bercerita tentang hal yang spesifik dan menarik, batasan halaman makalah Anda sudah habis.  Oleh karena itu, pilihlah topik yang cukup spesifik sehingga Anda bisa bercerita tentang hal itu dengan cukup detil.  Topik yang paling spesifik pun akan selalu mempunyai cukup aspek untuk suatu makalah yang panjang, jika Anda mau memikirkannya sejenak.
 
MENEMUKAN SUMBER MATERI

Sesudah mempunyai topik yang menarik dan penting (bagi pembaca), maka langkah selanjutnya adalah menemukan di mana informasi yang dapat dijadikan bahan tulisan itu berada.  Ini penting karena, dalam menulis makalah akademik, Anda tidak boleh hanya mengarang saja, menuliskan pendapat Anda tanpa mengaitkannya dengan perkembangan pengetahuan mutakhir di bidang itu. Itu artinya Anda harus mengetahui apa yang telah ditulis orang (para pakar) di bidang itu sejauh ini.

A. Batasan. 

Biasanya, untuk makalah kelas, dosen akan membatasi sumber materi makalah Anda hanya pada materi-materi yang tersedia di perpustakaan kampus dan yang berumur tidak lebih dari 20 tahun, kecuali jika sifat makalah itu mengaruskan Anda untuk memeriksa tulisan yang lebih tua dari segi pandangan sejarah.
 
B. Panduan untuk menemukan sumber informasi.

1) Mulailah dengan membuat daftar judul topik untuk menampung topik-topik yang mungkin masuk dalam kategori itu.
2) Mulailah membuat kumpulan kartu dengan menggunakan format berikut.
a) Buku dan artikel majalah:
i. Masalah/topik.
ii. Pengarang
iii. Judul
iv. Data penerbitan
v. Nomor Perpustakaan
b) Berita:
i. Masalah/topik
ii. Data penerbitan
iii. Judul
c) Majalah berkala:
i. Pengarang
ii. Judul
iii. Nama Majalah Berkala
iv Nomor Majalah dan nomor halaman
v. Bulan dan Tahun Penerbitan.

 
Pilahlah kartu-kartu ini menjandi kelompok (a) buku dan (b) jilid majalah/jurnal berkala.  Kemudian lihatlah nomor perpustakaan majalah berkala lainnya dan pilahlah berdasarkan perpustakaan yang menyimpapnya (kalau perguruan tinggi Anda memiliki beberapa perpustakaan).  Penyortiran ini akan menghemat waktu Anda di perpustakaan.
 
C. Lihatlah katalog kartu di perpustakaan untuk mencari buku- catatlah nama pengarang, judul, penerbit, tanggal penerbitan dan nomor kode perpustakaannya.
 
D. Kalau perpustakaan Anda memilikinya, bacalah panduan jurnal/majalah berkala, seperti:

o Education Index
o Readers Guide
o International Index to Periodicals
o Psychological Abstracts
 Indeks-indeks ini dapat membantu Anda menemukan artikel tentang topik apapun.  Indeks-indeks ini menyebutkan judul topik, dengan berbagai judul artikel di bawahnya, serta lokasi setiap artikel.  Anda juga dapat meminta bantuan mesin pencari informasi seperti Google, Yahoo, Alta Vista, dsb.
 

MENGUMPULKAN CATATAN

Setelah menemukan di mana artikel-artikel yang mungkin relevan dengan topik yang ingin Anda tulis, maka langkah selanjutnya adalah membaca artikel-artikel tersebut dan mencatat hal-hal yang Anda anggap penting yang ada dalam artikel tersebut.  Dalam tahap ini, Anda meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Anda tentang masalah tersebut dengan cara membaca informasi yang pernah ditulis orang tentang masalah tersebut.  Ketika membaca tersebut, Anda perlu juga mencatat hal-hal penting dari artikel itu sebagai bahan tulisan Anda.  Dengan catatan tersebut, Anda tidak perlu lagi mencari-cari atau membaca kembali artikel tersebut ketika Anda memerlukannya.  Berikut ini adalah beberapa tips untuk melakukan tahap ini.

A. Periksalah buku dan artikel itu.  Memeriksa-beberapa nomor sekaligus akan menghemat langkah Anda.
 
Bacalah secara cepat sumber informasi Anda, untuk menemukan bahan/materi yang bermanfaat, kemudian catatlah hal itu dengan baik, termasuk kutipan dan informasi untuk catatan kaki.  Dengan catatan yang baik, Anda tidak perlu kembali membaca sumber ini lagi.  Buatlah catatan ini pada kartu-kartu yang terpisah untuk setiap pengarang- mengidentifikasi informasi itu berdasarkan pengarangnya.
 
B. Berhati-hatilah dalam mencatat; berusahalah untuk akurat dan jujur. 

Pastikan bahwa Anda tidak mengubah maksud pengarang.  Ingat bahwa Anda tidak ingin mengumpulkan hanya hal-hal yang akan mendukung pendapat Anda saja, dan mengabaikan fakta atau pendapat lain.  Pembaca ingin juga mengetahui sisi lain dari masalah itu.  Oleh karena itu, pastikan bahwa Anda juga mengumpulkan pendapat atau fakta yang berbeda atau bertentangan dengan pendapat Anda.
 
C. Carilah bahan/materi yang benar:

1. Carilah fakta, bukan hanya pendapat.  Bandingkan fakta itu dengan kesimpulan pengarang.
2. Dalam laporan penelitian, perhatikan metoda dan prosedur penelitiannya, dan jangan takut untuk mengkritik metode dan prosedur itu.  Jika informasi itu bukan kuantitatif, tunjukkan perlunya penelitian yang obyektif, kuantitatif, dan terkendali dengan baik.

 

MEMBUAT OUTLINE MAKALAH

A.  Sesudah mempunyai pengetahuan dan pemahaman yang cukup menyeluruh tentang masalah tersebut, Anda tidak perlu tergesa-gesa menulis draft makalah Anda. Anda perlu terlebih dahulu menata pengetahuan dan pemahaman Anda yang kini banyak itu menjadi suatu penyajian yang terfokus, logis, dan runtut.  Mungkin yang Anda tulis dalam makalah tidak akan sebanyak yang Anda ketahui karena, di samping dibatasi oleh jumlah halaman. Juga karena tulisan itu harus terfokus dan hanya hal-hal yang relevan sajalah yang boleh Anda sajikan dalam makalah itu.  Fikirkan kembali apa topik dan tujuan tulisan Anda, dan bahan seperti apa yang sudah Anda temukan.  Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengerjakan tahap ini.
 
B. Bacalah kembali catatan Anda untuk menemukan tema utama dalam masalah Anda.  Pilahlah kartu-kartu Anda ke dalam kelompok-kelompok yang alami, kemudian cobalah untuk memberi nama pada setiap kelompok itu.  Gunakan nama-nama ini untuk judul pembagian utama dalam outline Anda.  Sebagai contoh, mungkin Anda menulis makalah tentang Radio Republik Indonesia dan Anda mempunyai judul topik berikut dalam kartu-kartu Anda.

1. Propaganda - Indonesia (Sejarah)
2. Radio Republik Indonesia – alokasi anggaran 
3. Radio Republik Indonesia - Pembelanjaan
4. Radio Republik Indonesia - perbandingkan biaya dengan Propaganda Tentara Belanda

 
Kartu-kartu di atas dapat dipilah menjadi enam tumpukan dengan mudah, berdasarkan judul berikut:

1. Sejarah (Kartu 1)
2. Tujuan (Kartu 5)
3. Organisasi (Kartu 6, 7)
4. Biaya (Kartu 2, 3, 4, 9)
5. Pengaruh (Kartu 8)
6. Masa depan (Kartu 10)

 
Anda tentunya akan mempunyai lebih banyak kartu daripada contoh di atas, dan dalam posisi ini Anda mungkin dapat mempersempit topik Anda lebih lanjut dengan menarik ke luar salah satu tumpukan kartu itu.
 
C. Pilahlah kartu-kartu itu lagi di setiap bagian untuk menemukan sub-sub bagian outline Anda.
 
D. Pada waktu ini outline Anda seharusnya mulai tampak semakin utuh/padu dan semakin jelas strukturnya. Jika tidak demikian, cobalah mengulang kembali pemilahan kartu untuk menemukan bagian-bagian yang utama, untuk melihat apakah ada pola umum lain yang mungkin muncul.
 
E. Anda dapat menunjukkan bagian-bagian outline Anda itu secara tradisional sebagai berikut:
 

1. Contoh
 a) Contoh
i. Contoh
ii.Contoh
2. Contoh
3. Contoh
 a) Contoh


Gunakan format seperti ini hanya dalam outline dan jangan dalam makalah itu sendiri.  Kalau format poin-poin ini Anda gunakan dalam makalah, maka makalah Anda akan kelihatan seoerti outline yang lengkap, bukan seperti makalah yang seharusnya.
 
MENULIS DRAFT PERTAMA
 
Setelah Anda mempunyai outline yang baik, maka kini Anda siap untuk menulis draft makalah Anda.
 
A. Tulislah makalah Anda berdasarkan outline yang telah Anda buat.  Pastikan bahwa Anda menunjukkan, di bagian pertama makalah Anda, apa tujuan Anda menulis makalah itu. Ikuti formula kuno berikut ini:

1. Beritahu pembaca apa yang akan Anda katakan (pernyataan tujuan)
2. Katakan hal itu (batang tubuh makalah)
3. Beritahu pembaca apa yang telah Anda katakan (ringkasan dan kesimpulan)

 
B. Suatu catatan tentang komposisi:
 

1. Biasanya, judul atau sub-judul itu berupa kata benda, bukan katakerja atau ungkapan.
2. Jagalah agar hal-hal yang seharusnya ada dalam satu kelompok itu berada pada satu kelompk.  Jangan diletakkan berserakan.  Outline Anda akan membantu dalam hal ini jika outline itu terorganisir dengan baik.  Pastikan Anda tidak mengubah pokok pembicaraan di pertengahan paragrap, dan pastikan bahwa segala yang ada di bawah satu judul dalam outline Anda adalah tentang topik umum yang sama.
3. Hindari kalimat-kalimat yang pendek dan tidak mulus perpidahannya.  Jga hindari kalimat-kalimat yang panjang dengan lebih dari satu ide pokok.

 
MENGEDIT MAKALAH

Setelah selesai menulis darft pertama, jangan terburu-buru menyerahkan makalah itu kepada dosen.  Anda masih perlu memoles makalah Anda agar tampak rapi dan meyakinkan, tanpa ada kesalahan ketik, kesalahan tata bahasa, dan kesalahan pemilihan kata.  Itu akan mempengaruhi kesan, pemahaman dan penilaian pembaca (dosen) Anda.
 
A. Cobalah untuk membaca makalah itu seolah-olah itu adalah sesuatu yang baru dan tidak begitu Anda kenal.  Hal itu bisa Anda lakukan dengan menjauhkan makalah itu dari Anda selama dua atau tiga hari sesudah Anda selesai menulis draft pertama itu.
 
B. Bacalah makalah itu dengan suara keras.  Ini adalah salah satu cara yang baik untuk memastikan bahwa bahasa dalam makalah itu tidak canggung, dan bahwa bahasa makalah itu "mengalir" dengan baik.
 
C. Periksalah ketepatam ejaan, pengungkapan dan konstruksi kalimat Anda dalam makalah itu.  Pastikan bahwa kataganti yang Anda gunakan mempunyai rujukan yang jelas.
 
D. Periksalah ketepatan format catatan kaki, kutipan, dan tanda baca.
 
E. Periksalah bahwa kutipan yang Anda gunakan berfungsi untuk memenuhi salah satu tujuan berikut:

1. Menunjukkan bukti tentang apa yang telah dikatakan pengarang.
2. Menghindari penyajian yang keliru kalau Anda mengemukakan pendapat pengarang itu dengan kata-kata Anda sendiri.
3. Menghindari penulisan yang tak perlu ketika gagasan itu telah dinyatakan dengan baik oleh pengarangnya sendiri.

 
F. Periksalah ketepatan format tabel dan grafik yang Anda gunakan dalam makalah Anda.  Pastikan bahwa semua tabel atau grafik yang Anda gunakan sudah jelas dengan sendirinya
 
G.  Pastikan bahwa makalah Anda sudah jelas.  Artinya pembaca bisa memahami maksud Anda dengan membaca makalah itu saja, tanpa Anda harus menjelaskannya lagi secara lisan.

Last Updated on Tuesday, 27 October 2009 00:32
 

Berikan pendapat Anda!

Apakah artikel ini bermanfaat bagi Anda? Beritahu kami.