Home Untuk Siswa & Mahasiswa Penelitian Mengantisipasi Pertanyaan Penguji Skripsi Anda

Main Menu

Key Concepts

Anda adalah pengunjung ke

Content View Hits : 823482
Mengantisipasi Pertanyaan Penguji Skripsi Anda PDF Print E-mail
Written by Arief Furchan   
Saturday, 27 June 2009 00:37

 

 

      Salah satu persoalan sulit yang dihadapi mahasiswa ketika menghadapi ujian skripsi (atau tesis, disertasi)nya adalah mengantisipasi apa yang akan ditanyakan penguji dalam ujian skripsi itu.  Banyak di antara mereka yang lancar ketika menyajikan hasil penelitiannya karena masalah itu memang telah digelutinya selama beberapa bulan dan presentasi itu telah dipersiapkan berhari-hari sebelumnya.  Tetapi, ketika giliran menjawab pertanyaan penguji, tidak sedikit di antara mereka ada yang terperangah dan menjawab sekenanya, seolah-olah mereka tidak mengira ditanya masalah itu.  Artikel ini berusaha membantu mahasiswa peserta ujian skripsi (tesis atau disertasi) untuk mengantisipasi pertanyaan penguji.

                Yang  pertama-tama perlu Anda sadari adalah bahwa penguji skripsi itu sebenarnya bukan menguji Anda.  Kebanyakan dari mereka tidak tahu sepenuhnya tentang seluk-beluk masalah yang Anda teliti.  Posisi penguji skripsi berbeda dari posisi dosen yang memberikan ujian tentang matakuliah yang diajarkannya.  Mereka tahu mana jawaban yang salah dan yang benar.  Dalam ujian skripsi, Anda, sebagai peneliti, mengetahui lebih banyak tentang masalah yang Anda teliti daripada penguji.  Jadi, pertanyaan yang diajukan penguji dalam ujian skripsi adalah benar-benar petanyaan orang yang ingin tahu.

      Dalam hal ini, sebaiknya Anda memandang penguji skripsi sebagai kritikus yang membantu Anda menghasilkan karya tulis ilmiah yang bermutu.  Jangan memandang mereka sebagai penyerang (musuh) dan Anda harus mempertahankan mati-matian kebenaran penelitian Anda (yang belum tentu benar) itu!  Dengan demikian, Anda dapat mengurangi rasa ’groggii' Anda sebelum masuk ke ruang ujian dan ini, insya Allah, akan membuat Anda lebih tenang, lebih santai, sehingga dapat berfikir jernih selama ujian. 

Lalu apakah yang ingin diketahui oleh para penguji skipsi itu?

      Hal utama yang ingin diketahu penguji skripsi mengenai penelitian Anda adalah (1) apakah pertanyaan penelitian Anda itu memang penting dan (2) apakah penelitian Anda (cara Anda menjawab pertanyaan tersebut) itu logis dan dapat diterima.  Di tingkat pasca sarjana, biasanya dua hal pokok itu ditambah lagi dengan pertanyaan apakah hasil penelitian Anda itu telah memberikan sumbangan yang berarti bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

 Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang biasanya diajukan para penguji skripsi:

  1. Pertanyaan penelitian apakah yang ingin Anda jawab dalam penelitian ini?  (Ini adalah inti dari penelitian Anda.  Segala susah payah yang Anda lakukan dalam penelitian ini sebenarnya hanyalah untuk menjawab pertanyaan ini.)  Biasanya penguji mencari jawaban pertanyaan ini dalam bagian ’rumusan masalah’ atau ’pertanyaan penelitian’.
  2. Mengapa pertanyaan seperti itu penting sekali untuk dijawab?  Apa manfaatnya? Apakah belum ada orang lain yang menjawabnya?   (Kalau pertanyaan itu tidak penting, kurang bermanfaat, atau sudah pernah dijawab orang lain, untuk apa bersusah payah menjawabnya?)  Biasanya, penguji mencari jawaban pertanyaan ini dalam bagian ’latar belakang penelitian’.
  3. Bagaimana cara Anda menjawabnya?  Ini menyangkut metodologi penelitian Anda.  Dalam hal ini, masalah validitas dan reliabilitas data menjadi amat penting karena data yang tidak valid tidak akan dapat memberikan hasil penelitian yang valid, meskipun mungkin teknik analisanya valid.  Dan, hasil penelitian yang tidak valid itu tidak ada gunanya.  Untuk menjawab pertanyaan nomor 3 ini, biasanya diajukan pertanyaan yang lebih rinci sebagai berikut:
    1. Data (informasi, keterangan, fakta) apakah yang Anda perlukan untuk menjawab pertanyaan tersebut?  Apakah data tersebut memang cocok untuk menjawab pertanyaan tersebut? 
    2. Dari mana Anda memperoleh data tersebut?  Apakah sumber data tersebut (orang, buku, dokumen, lokasi, dsb.) valid dan dapat dipercaya (reliabel) sebagai sumber data?  Bagaimana Anda menjamin validitas dan reliabilitas sumber data tersebut?
    3. Bagaimana cara Anda memperoleh data tersebut?  Alat apa yang Anda gunakan?  Apakah alat tersebut valid dan dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data?  Bagaimana Anda membuktikan validitas dan reliabilitas data tersebut?
    4. Bagaimana cara Anda menganalisa data yang telah Anda kumpulkan itu?  Apakah cara analisa Anda itu valid dan reliabel sebagai prosedur analisa?  Bagaimana Anda membuktikan bahwa cara analisa Anda tersebut valid dan reliabel?
  4. Apa hasil penelitian Anda?  Jawaban apakah yang Anda temukan atas pertanyaan penelitian Anda?  Apakah jawaban itu sesuai dengan hasil analisa Anda atas data yang Anda peroleh?  Apakah hasil penelitian (jawaban tersebut) sesuai dengan teori yang berkembang di bidang ilmu tersebut?  Kalau hasil penelitian Anda tersebut berbeda dari teori umum di bidang ilmu tersebut, bagaimana penjelasan Anda?
  5. Apa dampak (implikasi) hasil penelitian Anda terhadap pengetahuan manusia yang sudah ada saat ini atau pada praktek yang dilakukan masyarakat? 

 

Yang juga perlu Anda ingat adalah bahwa yang disebut skripsi itu adalah apa yang Anda tulis, bukan apa yang Anda jelaskan dalam ujian skripsi.  Pembaca harus dapat menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas secara memuaskan dalam skripsi Anda.  Jangan berfikiran untuk menulis skripsi asal jadi (tidak jelas) dan akan menjelaskan secara gamblang dalam ujian.  Di samping waktu ujian skripsi itu terbatas sehingga Anda tidak akan mungkin menjelaskan semuanya, skripsi Anda itu akan diletakkan di perpustakaan untuk dibaca oleh semua orang yang berminta.  Skripsi yang tidak logis dan memingungkan akan merusak reputasi Anda sebagai sarjana dan juga merusak reputasi perguruan tinggi yang telah meluluskan Anda dengan skripsi semacam itu. 

 

Oleh karena itu, tulislah skripsi sejelas dan selogis mungkin.  Gunakan bahasa Indosnesia yang baku, baik, benar, dan sederhana.  Jangan menggunakan bahasa yang berbelit-belit, dialek daerah (kecuali memang diperlukan dan Anda tandai),   Pembaca, dan juga penguji skripsi Anda, mengandalkan pengetahuan mereka tentang masalah itu berdasakan apa yang Anda tulis dalam skripsi Anda.  Kalau skripsi itu telah  Anda tulis dengan jelas dan logis, maka pertanyaan-pertanyaan mereka biasanya akan mencerminkan rasa ingin tahu mereka lebih jauh tentang hal itu.  Akan tetapi, kalau skripsi itu tidak Anda sajikan dengan jelas (mungkin karena bahasa Anda yang tidak jelas maksudnya), maka pertanyaan-pertanyaan mereka biasanya akan mencerminkan kebingungan mereka memahami apa yang Anda tulis dalam skripsi itu.

 

 

Last Updated on Sunday, 16 August 2009 22:22
 

Berikan pendapat Anda!

Apakah artikel ini bermanfaat bagi Anda? Beritahu kami.